SMPN 17 Bandar Lampung Gelar MPLS Edukatif, Siswa Dibekali Disiplin hingga Bahaya Narkoba

Centralberita - Juli 14, 2026
SMPN 17 Bandar Lampung Gelar MPLS Edukatif, Siswa Dibekali Disiplin hingga Bahaya Narkoba
  
Penulis
|
Editor
Bagikan ke:

Bandar Lampung, –Sebanyak 325 peserta didik baru SMP Negeri 17 Bandar Lampung mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 yang dimulai pada Senin (13/7/2026). Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga memperkuat pendidikan karakter melalui kolaborasi bersama TNI, Polri, dan Kejaksaan Negeri Bandar Lampung.

Pembukaan MPLS dipimpin langsung Kepala SMPN 17 Bandar Lampung, Jondri Haryadi, M.Pd.I., serta dihadiri 70 guru dan tenaga kependidikan.

Jondri mengatakan, MPLS menjadi momentum penting bagi peserta didik baru untuk mengenal budaya sekolah, memahami hak dan kewajiban sebagai pelajar, sekaligus membangun karakter yang berintegritas sejak awal memasuki jenjang pendidikan SMP.

“Kami ingin memastikan siswa tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga memiliki bekal karakter, kedisiplinan, kepatuhan terhadap tata tertib, serta mampu menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat mengganggu proses belajar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, SMPN 17 Bandar Lampung saat ini memiliki 910 siswa yang terdiri dari kelas VII, VIII, dan IX. Dengan jumlah tersebut, pembentukan karakter menjadi salah satu prioritas sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif.

Untuk memperkuat pendidikan karakter, sekolah menghadirkan narasumber dari berbagai instansi. Materi kedisiplinan dan kepatuhan terhadap tata tertib sekolah disampaikan Letda Cpm Attar Robiansyah Faiz dari TNI. Dalam pemaparannya, peserta didik diajak memahami pentingnya disiplin sebagai fondasi utama meraih prestasi, sekaligus menanamkan sikap tanggung jawab, menghargai waktu, menaati aturan sekolah, menjaga penampilan, dan membangun jiwa nasionalisme sejak dini.

Sementara itu, Kasat Binmas Polresta Bandar Lampung AKP Resmawati, S.H., memberikan edukasi mengenai bahaya perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Ia mengajak seluruh siswa membangun budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, serta berani melaporkan apabila menjadi korban maupun mengetahui adanya tindakan perundungan.

“Bullying tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis korban, tetapi juga dapat memengaruhi prestasi belajar dan perkembangan mental anak. Karena itu, seluruh warga sekolah memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan ramah bagi setiap peserta didik,” katanya.

Materi lainnya disampaikan perwakilan Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, Astry Novi Lidarti, S.H., M.H., yang mengangkat tema bahaya penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja.

Dalam penyuluhannya, siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai jenis narkotika, dampak buruk terhadap kesehatan dan masa depan, hingga konsekuensi hukum bagi penyalahguna maupun pelaku peredaran narkoba. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik diharapkan memiliki keberanian menolak ajakan menggunakan narkoba serta tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berprestasi.

Jondri menambahkan, kolaborasi dengan TNI, Polri, dan Kejaksaan merupakan wujud komitmen sekolah dalam menghadirkan MPLS yang edukatif, inspiratif, serta bebas dari praktik perpeloncoan.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan mampu membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah, membentuk karakter disiplin, menjunjung tinggi sikap saling menghargai, serta siap mengikuti proses pembelajaran.

“MPLS bukan sekadar pengenalan lingkungan sekolah, tetapi menjadi langkah awal membangun karakter generasi muda yang disiplin, berintegritas, berakhlak baik, memiliki kesadaran hukum, serta mampu menjauhi berbagai pengaruh negatif,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar