BANDAR LAMPUNG, – Semangat kepramukaan memenuhi halaman SMP Negeri 17 Bandar Lampung, Jumat, 14 Agustus 2026.Sebanyak 923 peserta didik bersama 50 guru dan tenaga kependidikan mengikuti apel peringatan Hari Pramuka ke-65 dengan penuh khidmat.
Apel dimulai sekitar pukul 07.30 WIB, dengan Kepala SMPN 17 Bandar Lampung Jondri Haryadi, M.Pd.I bertindak sebagai pembina apel. Momentum tersebut menjadi ruang bagi keluarga besar sekolah untuk kembali menghidupkan nilai-nilai disiplin, kemandirian, gotong royong dan kepedulian yang menjadi bagian penting pendidikan kepramukaan.
Dalam amanatnya yang membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Jondri menyampaikan bahwa perjalanan 65 tahun Gerakan Pramuka telah melahirkan banyak generasi yang berkarakter, disiplin, bertanggung jawab dan memiliki rasa cinta Tanah Air.
Hari Pramuka, menurutnya, tidak semestinya berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Peringatan tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen membentuk generasi muda yang tangguh menghadapi perubahan zaman.
Tahun ini, kata dia, Hari Pramuka ke-65 dan Jambore Nasional XII mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.”
Tema tersebut menjadi penegasan bahwa Pramuka memiliki peran dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki karakter kuat, tetapi juga mampu menghadapi persoalan nyata di lingkungan sekitar.
Swasembada pangan, katanya, bukan sekadar persoalan menanam dan memanen. Di dalamnya terdapat pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya serta kesiapan generasi muda untuk ikut mencari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
“Pramuka harus berkembang dari sekadar learning by doing menjadi learning, creating, and solving, yaitu belajar, mencipta dan menyelesaikan persoalan nyata,” demikian salah satu pesan yang disampaikan dalam amanat tersebut.
Generasi muda saat ini, lanjut dia, juga menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan, perubahan iklim, hingga persoalan sosial seperti perundungan, narkotika, hoaks, perjudian daring dan menurunnya kepedulian sosial.
Karena itu, nilai Tri Satya dan Dasa Darma diharapkan tetap menjadi pegangan. Teknologi boleh berkembang pesat, namun harus disertai karakter agar kemampuan tersebut digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat.
“Pendidikan kepramukaan juga didorong agar semakin dekat dengan kehidupan nyata. Peserta didik dapat diarahkan untuk mengenal pengelolaan lingkungan, mengurangi sampah, memanfaatkan teknologi tepat guna, mengembangkan potensi lokal hingga menumbuhkan jiwa kewirausahaan,” jelasnya.
Dari lingkungan sekolah, pengalaman kepramukaan diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Sebaliknya, keterampilan dan nilai yang diperoleh dapat diterapkan di keluarga maupun masyarakat.
“Kami ingin setiap Pramuka memiliki lebih dari sekadar pengalaman, tetapi juga wawasan, keterampilan, kedisiplinan dan keberanian untuk mencoba,” ujarnya.
Ia mengatakan, peringatan Hari Pramuka ke-65 di SMPN 17 juga menjadi momentum untuk menanamkan semangat tersebut kepada ratusan peserta didik. Dengan jumlah peserta yang mencapai hampir seribu siswa, apel menjadi gambaran besarnya potensi generasi muda yang dapat dibentuk melalui pendidikan karakter.
Ke depan, tambahnya, semangat Pramuka diharapkan mampu melahirkan peserta didik yang tidak hanya berprestasi di ruang kelas, tetapi juga mandiri, kreatif, terampil, peduli lingkungan, mampu beradaptasi dengan teknologi dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
“Peringatan Hari Pramuka ke-65 pun diharapkan menjadi titik penguat bagi keluarga besar SMPN 17 Bandar Lampung untuk terus menjadikan nilai kepramukaan sebagai bagian dari pembentukan karakter menuju generasi Indonesia Emas 2045,” kata dia. (***)