Gubernur Lampung Dorong Wisata Tahura WAR untuk Perpanjang Lama Tinggal Wisatawan

Centralberita - Oktober 14, 2026
Gubernur Lampung Dorong Wisata Tahura WAR untuk Perpanjang Lama Tinggal Wisatawan
  
Penulis
|
Editor
Bagikan ke:

LAMPUNG,– Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong pengembangan destinasi wisata alam untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan (length of stay) sekaligus meningkatkan belanja wisata di Lampung. Salah satu potensi yang dinilai dapat mendukung upaya tersebut adalah Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rachman (WAR) yang berada tidak jauh dari pusat Kota Bandar Lampung.

Layanan Pemda

Menurut Gubernur Mirza, diversifikasi destinasi wisata menjadi penting agar Lampung tidak hanya mengandalkan wisata bahari, tetapi juga menawarkan pengalaman ekowisata hutan yang dapat menjadi alternatif bagi wisatawan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat melakukan trekking di Tahura WAR melalui rute Hutan Kemiri–Batu Lapis, Selasa (13/10/2026) pagi. Kegiatan yang dilakukan di sela agenda resminya itu turut diikuti Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan dan sejumlah kawan dekatnya.

Didampingi pemandu dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sumber Agung, Ubay dan Darma, rombongan menyusuri jalur sepanjang sekitar enam kilometer pulang-pergi di kaki Gunung Betung, sejak pagi pukul 06.30 WIB.

Baca Juga :  Dua Titik Karhutla di Tulang Bawang dan Lamteng Terkendali, BPBD Sampaikan Pesan Gubernur: Tingkatkan Kewaspadaan

Gubernur Mirza mengatakan, pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata tidak hanya ditentukan oleh jumlah kunjungan, tetapi juga oleh lamanya wisatawan tinggal dan besarnya pengeluaran selama berada di suatu daerah.

Temukan lebih banyak
Cari Peta Wilayah
Jelajahi Kota
Baca Panduan Tur

“Kunci pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata itu ada dua: berapa lama wisatawan bertahan di Lampung dan berapa banyak transaksi belanja yang mereka keluarkan. Wisata hutan di pinggiran Kota Bandar Lampung ini menjadi pilihan alternatif yang sangat efisien secara waktu namun kaya pengalaman,” ujar Gubernur.

Cari Peta Wilayah

Menurut dia, keberadaan destinasi yang beragam, mulai dari pantai hingga kawasan ekowisata hutan, dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi wisatawan untuk mengisi waktu liburan. Dengan demikian, wisatawan memiliki alasan untuk memperpanjang kunjungan dan menghabiskan lebih banyak waktu di Lampung.

Dampak tersebut diharapkan turut dirasakan masyarakat di sekitar destinasi wisata. Peningkatan kunjungan berpotensi menggerakkan berbagai usaha lokal, mulai dari jasa pemandu wisata, kuliner, UMKM yang mengolah hasil hutan, hingga sektor penginapan.

Baca Juga :  OJK Bersama Pemprov Lampung Perluas Akses Keuangan Daerah: Buka Rekening Perbankan Syariah Untuk 1000 Penyuluh Agama Islam

“Kita ingin wisatawan tidak sekadar melintas atau berkunjung singkat, tapi menginap lebih lama dan membelanjakan uangnya lebih banyak di Lampung. Potensi rantai pasok lokalnya sangat besar,” kata Gubernur.

Baca Panduan Tur

Dikunjungi wisatawan luar daerah

Potensi Tahura WAR sebagai destinasi ekowisata juga terlihat dari kunjungan wisatawan yang dilayani Pokdarwis Desa Sumber Agung.

Ketua Pokdarwis Desa Sumber Agung, Ubay, mengatakan pihaknya melayani sekitar 100 wisatawan setiap akhir pekan. Para pengunjung tersebut biasanya terbagi dalam enam hingga delapan kelompok.

Wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Lampung, tetapi juga dari Sumatera Selatan hingga kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Temukan lebih banyak
Pesan Tiket
Cari Wisata
Layanan Pemda

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa wisata alam di Tahura WAR memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Kedekatannya dengan pusat kota juga dapat menjadi nilai tambah bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana hutan tanpa harus menempuh  perjalanan jauh.

Baca Berita Lokal
Baca Juga :  Pemkot Bandar Lampung Tampilkan Budaya Lokal di Rembuk Kebudayaan APEKSI 2026 di Singkawang

Jika dikelola dan dipromosikan secara berkelanjutan, destinasi ini berpotensi melengkapi pilihan wisata di Lampung sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Menjaga kebugaran di tengah kesibukan

Selain melihat potensi wisata alam, trekking tersebut menjadi kesempatan bagi Gubernur Mirza untuk menjaga kebugaran di tengah kesibukan menjalankan tugas pemerintahan.

Cek Layanan

 Perjalanan yang diperkirakan memakan waktu tiga hingga lima jam itu melewati sejumlah jalur dengan kontur menanjak. Sepanjang perjalanan, rombongan juga menikmati suasana hutan dan suara alami kawasan sebagai bagian dari aktivitas penyegaran diri.

Suasana akrab terlihat ketika rombongan tiba di kawasan Hutan Kemiri dan disambut pengelola kawasan, Abah Mus. Interaksi yang berlangsung santai di tengah suasana alam tersebut menutup perjalanan trekking di salah satu kawasan wisata alam yang berada di sekitar ibu kota Provinsi Lampung itu.

Tinggalkan Komentar