DPRD Bandarlampung Soroti Fenomena HIV dan Perilaku Berisiko di Kalangan Anak Muda

Centralberita - Februari 23, 2026
DPRD Bandarlampung Soroti Fenomena HIV dan Perilaku Berisiko di Kalangan Anak Muda
  Centralberita
Penulis
|
Editor
Bagikan ke:

BANDARLAMPUNG- Fenomena penyebaran human immunodeficiency virus (HIV) yang masih menjadi perhatian di wilayah Kota Bandar Lampung mendapat sorotan dari DPRD setempat.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Muhammad Suhada, menilai persoalan ini perlu disikapi secara serius melalui pendekatan pencegahan, edukasi, dan penguatan peran keluarga serta institusi pendidikan.

Menurutnya, berbagai fenomena yang muncul terkait HIV dan perilaku berisiko kerap bersifat seperti gunung es. Data yang terlihat di permukaan dinilai belum sepenuhnya menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan, terutama di wilayah perkotaan dengan dinamika sosial yang kompleks.

Suhada menilai momen Ramadan dapat dimanfaatkan sebagai ruang refleksi sekaligus penguatan nilai moral, khususnya bagi generasi muda.

Ia menekankan pentingnya peringatan dini agar anak-anak muda tidak terjerumus dalam perilaku yang berpotensi membawa dampak kesehatan dan sosial.

“Jadi memang fenomena-fenomena yang terbaru ya, berkaitan dengan virus HIV, kemudian penyebarannya salah satunya lewat perilaku yang menyimpang. LGBT, Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender. Ini memang kalau mau digali, kayak apa ya, kayak fenomena gunung es, bisa jadi. Yang kelihatan berapa, tapi bisa jadi di balik itu juga banyak angka-angka yang belum kita ketahui,” ujarnya, Senin (23/02/2026).

Legislator PKS ini menambahkan, kondisi tersebut menjadi peringatan bersama agar masyarakat tidak lengah, terutama dalam membentengi generasi muda sejak dini melalui lingkungan sekolah dan keluarga.

Menanggapi pertanyaan terkait generasi Z, Suhada mengakui bahwa kelompok usia muda memiliki karakter dan pola komunikasi yang berbeda.

LOleh karena itu, pendekatan konvensional dinilai kurang efektif jika tidak dibarengi kreativitas dan inovasi.“Iya, memang khusus anak Gen Z saya pikir dia punya ciri khas sendiri. Kita-kita ini yang pengen ngerangkul mereka memang harus punya cara sendiri,” katanya.

Ia menilai pendekatan dakwah dan pembinaan harus disesuaikan dengan dunia anak muda saat ini agar pesan yang disampaikan dapat diterima. Menurutnya, kreativitas menjadi kunci agar generasi Z merasa dilibatkan, bukan digurui.

Sebagai kader Partai Keadilan Sejahtera, Suhada menyebut berbagai kegiatan kepemudaan yang dikemas secara variatif menjadi salah satu strategi untuk mendekatkan nilai-nilai positif kepada anak muda tanpa meninggalkan substansi pesan moral.

Lebih lanjut, Suhada memastikan isu ini akan dibahas lebih mendalam bersama Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung.

Ia menilai perlu ada langkah konkret dan terukur dari instansi teknis untuk mengantisipasi potensi peningkatan kasus, khususnya di kalangan remaja dan usia produktif.

“Iya, itu nanti kita angkat. Saya secara pribadi nanti coba akan pertanyakan lebih dalam. Termasuk ya upaya-upaya yang kita dorong lah ya untuk Dinkes ini mengantisipasi,” ucapnya.

Ia menegaskan pentingnya kewaspadaan bersama agar pemerintah daerah tidak terlambat merespons. Menurutnya, pencegahan jauh lebih efektif dibanding penanganan ketika persoalan sudah meluas.

“Nggak boleh lengah, nggak boleh lalai jangan sampai nanti karena lalai Bandar Lampung jadi tempat yang tumbuh suburnya fenomena ini,” tegas Suhada.

DPRD Kota Bandar Lampung, kata dia, berkomitmen mendorong sinergi lintas sektor agar upaya edukasi, pengawasan, dan pencegahan dapat berjalan berkelanjutan demi melindungi generasi muda. (*/)

Tinggalkan Komentar