Debu Pabrik Jagung Dikeluhkan Warga, Pemcam dan DPRD Lampung Selatan Gerak Cepat ke Desa Tamansari

Centralberita - Mei 12, 2026
Debu Pabrik Jagung Dikeluhkan Warga, Pemcam dan DPRD Lampung Selatan Gerak Cepat ke Desa Tamansari
  
Penulis
|
Editor
Bagikan ke:

 Lampung Selatan — Keluhan warga Desa Tamansari, Kecamatan Ketapang, terkait polusi debu dari aktivitas pabrik jagung milik PT Agro Utama Indonesia akhirnya mendapat perhatian serius.

Pemerintah Kecamatan Ketapang bersama Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan turun langsung ke lokasi pada Selasa (28/4/2026) untuk meninjau kondisi warga terdampak.

Kunjungan tersebut melibatkan Camat Ketapang Sri Mahendra, Anggota DPRD Lampung Selatan Komisi III Fraksi Partai Golkar Ahmad Muslim, Kepala Desa Tamansari Sutrisno, manajemen dan HRD PT Agro Utama Indonesia, petugas KUPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang, serta Satpol PP Kecamatan Ketapang.

Langkah cepat ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat yang mengaku mengalami gangguan kesehatan, mulai dari gatal-gatal hingga gangguan pernapasan akibat debu yang ditimbulkan dari aktivitas perusahaan.

Kepala Desa Tamansari, Sutrisno, menegaskan bahwa pihak desa segera berkoordinasi dengan instansi terkait begitu menerima laporan warga.

“Setelah menerima aduan masyarakat, kami langsung menyampaikan kepada pihak terkait untuk dilakukan penanganan. Alhamdulillah, perusahaan merespons dengan baik dan memastikan segera melakukan perbaikan,” ujarnya.

Menurutnya, hasil perbaikan tersebut mulai dirasakan masyarakat. Debu yang sebelumnya menjadi keluhan kini disebut sudah jauh berkurang dan tidak lagi dirasakan seperti sebelumnya.

Tak hanya itu, pihak perusahaan juga mendatangi rumah warga yang terdampak untuk memastikan kondisi kesehatan mereka, sekaligus menunjukkan tanggung jawab sosial kepada masyarakat sekitar.

Dalam kunjungan lapangan tersebut, pemerintah kecamatan bersama petugas kesehatan turut memberikan penanganan medis sementara kepada warga terdampak.

Camat Ketapang, Sri Mahendra, menyampaikan bahwa kondisi warga yang sebelumnya mengalami keluhan kesehatan kini mulai membaik setelah mendapatkan perawatan dari pihak puskesmas.

“Alhamdulillah, setelah mendapat penanganan medis dari KUPT Puskesmas Kecamatan Ketapang, kondisi warga yang mengalami gatal-gatal sudah membaik,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam aktivitas industri.

“Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat terlindungi. Perusahaan harus serius mengevaluasi operasional agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegas Sri Mahendra.

Sementara itu, Anggota DPRD Lampung Selatan, Ahmad Muslim, meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengendalian debu di lingkungan perusahaan.

“Kami ingin ada solusi jangka panjang agar aktivitas industri tetap berjalan tanpa mengorbankan kesehatan masyarakat,” katanya.

Sebagai bentuk kepedulian, pihak perusahaan juga memberikan tali asih kepada warga yang terdampak.

Warga Desa Tamansari berharap komitmen perusahaan dan pemerintah dapat terus berlanjut, sehingga persoalan lingkungan dapat ditangani secara tuntas dan tidak kembali menimbulkan keresahan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keberadaan industri harus berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial, perlindungan lingkungan, dan kesehatan masyarakat sekitar.

Tinggalkan Komentar