BANDAR LAMPUNG – Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kota Bandar Lampung terus memperkuat kualitas sumber daya kader melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) kader muda yang digelar di Kantor DPD Partai Golkar Kota Bandar Lampung, Minggu (8/11/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun generasi muda yang tidak hanya memahami organisasi, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab dalam menjalankan roda organisasi.
Diklat tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandar Lampung, Rycko Menoza. Hadir pula Ketua AMPG Kota Bandar Lampung, Indra Feriza, bersama jajaran pengurus dan para peserta yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.
Dalam arahannya, Rycko Menoza menekankan pentingnya generasi muda untuk terus meningkatkan kapasitas diri, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan dinamika kehidupan sosial yang semakin kompleks.
Menurutnya, kader muda harus mampu mengikuti perubahan zaman, memiliki wawasan luas, serta peka terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Dengan demikian, keberadaan organisasi kepemudaan dapat memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya.
Sementara itu, pelaksanaan diklat ini diharapkan menjadi bekal penting bagi para kader AMPG dalam memahami nilai-nilai organisasi, membangun solidaritas, serta menumbuhkan semangat kebersamaan.
Melalui pembekalan tersebut, para peserta juga diharapkan mampu mengembangkan potensi diri, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang memiliki integritas serta jiwa kepemimpinan.
AMPG Kota Bandar Lampung diharapkan tidak hanya menjadi wadah berhimpun bagi generasi muda, tetapi juga menjadi tempat lahirnya kader-kader potensial yang mampu berperan aktif dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, dan pembangunan daerah.
Dengan adanya pendidikan dan pelatihan ini, pembinaan kader muda diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan sehingga ilmu dan pengalaman yang diperoleh tidak berhenti sebatas kegiatan pelatihan, melainkan dapat diterapkan dalam kehidupan organisasi maupun masyarakat. (*/)