Pemprov Lampung Dorong Pengelolaan Zakat Diperkuat Hingga Tingkat Desa

Centralberita - September 18, 2026
Pemprov Lampung Dorong Pengelolaan Zakat Diperkuat Hingga Tingkat Desa
  
Penulis
|
Editor
Bagikan ke:

LAMPUNG, – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mendorong Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memperkuat pengelolaan zakat hingga tingkat desa agar semakin dekat dengan masyarakat dan memberikan manfaat yang nyata.

Referensi Geografis

Menurut Gubernur, kepercayaan masyarakat menjadi kunci dalam meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan membayar zakat. Karena itu, BAZNAS perlu memastikan pengelolaan zakat dilakukan secara profesional, transparan, dan tepat sasaran.

Temukan lebih banyak
Lembaga Pemerintah
Amal & Filantropi
Manajemen

“Yang kita bicarakan bukan hanya mengenai pengelolaan lembaga, tetapi bagaimana memastikan zakat benar-benar hadir sebagai solusi bagi mereka yang membutuhkan, memberikan harapan, dan mengubah kehidupan masyarakat menjadi lebih baik,” ujar Gubernur.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat membuka BAZNAS Strategic Development Pimpinan BAZNAS se-Provinsi Lampung di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Jumat (18/9/2026).

Gubernur menilai penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga tingkat desa menjadi langkah strategis. Desa merupakan lingkungan yang paling dekat dengan masyarakat sehingga kondisi muzaki dan mustahik dapat dipetakan secara lebih akurat.

Manajemen

“UPZ Desa harus menjadi ujung tombak. Bukan hanya menghimpun zakat, tetapi juga membangun literasi zakat, memetakan muzaki dan mustahik, serta mendekatkan pelayanan zakat kepada masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Penjualan Kendaraan Niaga Naik, Trend Positif Penguatan Distribusi Hasil Pertanian Lampung

Menurutnya, penguatan UPZ Desa sejalan dengan semangat Program Desaku Maju yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga penguatan manusia, ekonomi, kelembagaan, dan kolaborasi di tingkat desa.

Kolaborasi pemerintah desa, BUMDes, tokoh agama, kelompok masyarakat, dan UPZ dinilai dapat menjadi kekuatan sosial dalam mendorong pengentasan kemiskinan sekaligus membangun kemandirian masyarakat.

Selain itu, Gubernur mendorong agar penyaluran zakat tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi diarahkan pada program yang mampu meningkatkan kemandirian penerima manfaat.

Karena itu, pengembangan zakat produktif perlu diperkuat melalui bantuan usaha dan pendampingan sehingga mustahik secara bertahap dapat meningkatkan kesejahteraannya.

Amal & Filantropi

“Tujuan zakat bukan menciptakan ketergantungan, tetapi melahirkan kemandirian. Keberhasilan zakat adalah ketika mustahik dapat berkembang dan kelak menjadi muzaki,” kata Gubernur.

Temukan lebih banyak
Berita
Panduan & Petunjuk Perjalanan
Islam

Gubernur juga mengingatkan para amil agar mengedepankan profesionalisme sekaligus kepedulian dalam melayani masyarakat.

Baca Juga :  Diikuti Ribuan Peserta, Kemah Bhakti Satya Linmas Kota Bandar Lampung Berakhir Hari Ini

“Masyarakat yang datang ke BAZNAS bukan hanya membawa proposal. Mereka membawa harapan dan kegelisahan. Karena itu, jadilah sahabat umat, tempat masyarakat bertanya dan mencari harapan,” ungkapnya.

Berita Lokal

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan dukungan pemerintah daerah penting dalam memperkuat ekosistem zakat.

Ia menyampaikan Asta Strategi BAZNAS 2026–2031 yang mencakup delapan strategi prioritas, mulai dari penguatan tata kelola dan digitalisasi  manajemen, peningkatan kompetensi dan profesionalisme amil, perluasan jaringan organisasi hingga UPZ Desa, penguatan komunikasi dan kerja sama, riset dan inovasi, peningkatan literasi serta kualitas layanan, hingga penguatan pendistribusian dan pendayagunaan zakat.

“Pastikan UPZ sampai dengan UPZ Desa. Zakat harus dikelola dengan amanah, transparan, dan memberikan dampak,” ujarnya.

Referensi Geografis

Sementara itu, Ketua Pelaksana BAZNAS Strategic Development sekaligus Ketua BAZNAS Provinsi Lampung Iskandar Zulkarnain mengatakan kegiatan tersebut merupakan program BAZNAS RI yang dilaksanakan di Lampung sekaligus menjadi rangkaian peringatan satu tahun Gerakan Sadar Zakat di Provinsi Lampung.

Temukan lebih banyak
Panduan Kota & Daerah
Berita Lokal
Panduan & Petunjuk Perjalanan

Baca Juga :  Wali Kota Eva Dwiana Hadiri Seminar Kemah Bakti Satya Linmas Bandar Lampung

Ia menyebut penghimpunan zakat BAZNAS Provinsi Lampung menunjukkan peningkatan signifikan. Sebelumnya, penghimpunan tercatat sekitar Rp70 juta dan setelah adanya Surat Edaran Gubernur Lampung pada Juli 2025, penghimpunan telah mencapai sekitar Rp1 miliar.

Untuk memperkuat akuntabilitas, BAZNAS Provinsi Lampung juga melakukan pengawasan internal dalam pengelolaan dana zakat agar penyalurannya tepat sasaran.

Manajemen

Iskandar menyampaikan, hasil audit Kantor Akuntan Publik terhadap BAZNAS Provinsi Lampung memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan telah diraih selama delapan kali berturut-turut.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan beberapa program antara lain : peluncuran digitalisasi UPZ Desa, Beasiswa Satu Desa Satu Hafiz Al-Qur’an, infak pendidikan, serta penyaluran zakat berbasis data.

Selain itu, dilakukan penyerahan PKS Program Bedah Rumah kepada Kodam XXI/Raden Intan, infak pendidikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, serta penyerahan Surat Keputusan UPZ. 

Tinggalkan Komentar