BANDARLAMPUNG– Pancasila adalah sumber dari segala macam acuan hukum di Negara Indonesia. Karena itu pancasila adalah jadi pedoman hidup dalam berbangsa dan bernegara.
Demikian, diungkapkan Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Robiatul Adawiyah, SH., MKn., di sela-sela dalam kegiatan sosialisasi pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan (PIP-WK) yang digelar di Kecamatan Kemiling, pada Selasa, (11/11/2025).
“Karena itu sudah sepatutnya pancasila kembali masuk kurikulum pendidikan dimulai dari jenjang dasar bila perlu sejak dini (Taman Kanak-kanak) karena nantinya anak-anak dapat memahami nilai-nilai yang terkandung di dalam pancasila,” ujar Srikandi PKB DPRD Kota Bandar Lampung ini.

Robiatul Adawiyah yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kota Bandarlampung ini menerangkan, Nagara Indonesia, dibangun atas perbedaan-perbedaan baik suku bangsa, adat budaya, agama dan juga lainnya.
Banyak sekali, sambung Robiatul, kerajaan-kerajaan mulai dari Sabang/Aceh sampai dengan Pulau Merauke, raja- raja suku bangsa yang menurunkan ego-nya demi persatuan dan kesatuan, sehingga tercipta lah negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Bagaimana kalau para raja-raja in ini dulunya tidak menurunkan rasa ego-nya. Mungkin tidak kita jadi seperti ini, jadi bangsa yang kuat dan berdaulat,” ulasnya lagi.
Dan imbuh nya, ini semua ada karena pancasila dan persatuan kita ini yang terdiri banyak suku dan bahasa, kita disatukan oleh sumpah pemuda dimana mencetuskan tanah air satu tanah bair Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia dan berbahasa satu Bahasa Indonesia.
“Dan dengan sumpah pemuda inilah yang menjadi salah satu dasar lahirnya persatuan negara Indonesia, dengan tidak membeda-bedakannya antara suku, bahasa, agama dan lainnya, tapi satu yakni Indonesia, ” tandasnya.(*/)