BANDARLAMPUNG–Anggota DPRD Kota Bandar Lampung Irpan Setiawan memaparkan sejarah lahirnya Pancasila dan bagaimana cikal bakalnya perumusan pancasila dari ketuhanan, kemanusian persatuan, kebangsaan selanjutnya keadilan.
Demikian diungkapkan anggota Fraksi PDI-Perjuangan Irpan Setiawan dalam acara
sosialisasi Pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan (PIP-WK) di Teluk Betung Selatan, Jum’at (13/06/2025).
Kesempatan itu juga Legislator PDI-P ini menjelaskan bahwa pendidikan Pancasila sebenarnya sudah dikenal sejak di bangku Sekolah Dasar. Dan tentunya sudah dikenal oleh masyarakat, namun di era globalisasi saat ini dikhawatirkan ideologi pancasila tergusur perkembangan jaman, karena itu kembali lagi digaungkan ideologi Pancasila di tengah-tengah masyarakat.
Kemudian, lanjut anggota Komisi II DPRD Bandarlampung ini, semua itu hasil musyawarah dari BPUPKI yang di gagas para pendiri Bangsa bersama Ir. Soemarno. “Dulu Indonesia masih berbentuk kerjaan yang terpecah-pecah dan pada 1 Juni, Ir. Sukarno bersama pendiri lainnya membentuk BPUPKI yang mempertemukan semua suku bangsa, agama, budaya, dan sepakat berjuang bersama sehingga jadi sebuah negara Indonesia, yang berazaskan Pancasila,” paparnya.
Nah, dari rumusan tersebut para pendiri bangsa semua sila-sula Pancasila tujuan negara adalah mewujudkan kemakmuran, keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dan Lima dasar pancasila adalah jadi acuan/panduan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sosialisasi PIP-WK ini tujuannya adalah untuk mengingat kembali makna dan nilai-nilai pancasila supaya dapat di implementasikan di dalam kehidupan sehari-hari. “Arus globalisasi dan pesatnya kemajuan teknologi dikhawatirkan dapat menggerus budaya bangsa dan oleh sebab itu mari kita kembali kenada ajaran leluhur bangsa yakni Pancasila,” tandasnya.
Diketahui, acara sosialisasi PIP-WK yang digelar anggota DPRD Bandarlampung Irpan Setiawan menghadirkan dua pembicara yakni Suheli mantan anggota DPRD Bandarlampung dan Agus Pramudia salah seorang akademisi. (red)